Suro Mambu Dupo

MALAM INI

Perjalananku terhenti pada suatu kenyataan yang sulit untuk diungkap dengan kata. Rasa ini begitu nyata, tapi benar-benar tidak terucapkan. Pada malam ini, Muharam yang ke 6 seperti tiada yang bergerak. Konstan tetap dalam kalbu yang semakin terasa akan meledak. Biarlah, akan aku rasakan ledakan rasa ini seperti apa. Mampukah menggoncangkan langit-langit kehampaan ku, atau bahkan mampu memporak-porandakan ego ku yang terus berkecamuk dalam diri merongrong keimanan. Sujud ku pun belum cukup memuaskan rasa ini. Suatu kenyataan bahwa aku hanyalah sampah yang ikut merusak pemandangan dunia. Dzikir ku belum mampu menerjang deras nya laju nafsuku. Setiap detik nafas ku masih terbalut nafas setan. Hanya satu harapku, getaran nadi dalam tubuh ini. Semoga di sana terselip maaf Tuhan, kasih Tuhan, Cinta Tuhan.
Dalam bayang, ter ngiang wajah ammu ku. Indah sekaligus perkasa, tak terbantah. Walaupun hanya melalui media semoga rindu ini tersampaikan, ta'dhim ini lestari, hati ini terdamaikan. Madad wa nadhroh ya Sidi. Mampu membawa diri bersua dengan mu ya sidi. Menghilangkan segala culas ku, mengobati segala rinduku, menumbuhkan cintaku...maddad wa nadhroh ya sidi....
"ana fi ana inni wa inni fi ana, rohiqiya makhtumun bimiskil haqiqati"
"shobartu lihukmillahi bal ana syakirun, fama shobru illa 'an 'adhimil mushibati"
"sa'aitu ila maulaya marfu'a hamatin, mawa ziltu liddunya syu'a'al hidayati"
"wa ataitu ibrohima min qoblu rusydahu, fama huwa illa faldzati wa 'athiyyati"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahadiyah dan Wahidiyah

THORIQOH

Ki Tanu Metir